Syukur itu ternyata sulitnya minta ampun, aku lagi mengalamai itu. Disaat temen yang lain bisa kerja sana sini, aku masih ditempat entah sampai kapan. Tersiksa jelas, apalagi setiap kali ketemu temen yang lain yang ada hanyalah minder karena ku belum memiliki pengalaman kerja yang banyak. Saat kumpul sama temen yang lain pasti yang dibicarakan tidak jauh dari apa yang dikerjakan selama seminggu, makanya aku lebih senang menghindar dengan g pernah maen ke kos temen. Tapi itulah hal yang paling menyiksa, aku g ada temen yang diajak ngobrol. Mungkin inilah rasanya roda ku sedang ada di posisi bawah, benar - benar dibawah. Apa ya kalo orang luar nyebutnya "WE'RE DUMP" (diambil dari kutipan film "RIO"). Begh, berat euy atau aku katakan ringan saja, tapi emang kenyataannya g seringan yang ku kira. Susah ngomongnya,,,,
Namun, bukannya kita harus mensyukuri apa yang ada dihadapan kita. Kupikir syukur itu tidak sekedar mengucapkan kata "ALHAMDULILLAH", tapi juga menjalani semua yang ada dihadapan kita dengan "SABAR". Begh, kata ini lagi, inilah kata yang gampang diucapkan tapi sulit dijalani. Sulit karena butuh hati yang ekstra luas dan penyerahan diri yang sangat kepada Sang Pemberi kehidupan.
Untuk ku yang selalu berusaha dan emg g kenal putus asa, ada 3 pilihan untuk ku yaitu :
1. "MELAWAN", yaitu melawan dengan brutal tanpa pikir panjang apa yang akan terjadi nanti. Sangat ekstrem sih, tapi mau gimana lagi, emg udah sifat preman sih mau kek mana*.Bangka mode on:
2. "MENERIMA", yaitu menerima dengan ikhlas apa aja yang ada dihadapan, try to be patient, but tekanan hati sangat berat karena banyak alternatif yang melayang - layang di pikiran tapi g bisa terlaksana. G terlaksananya itu akibat emg pada kenyataannya hal itu sulit dilakukan dan jika tetap dilakukan maka akan berakibat pada terjadinya masalah laen yang lebih berat lagi (~___~!!!)Fiuuuuhhhhhhhhhh.
3. "MELARIKAN DIRI", pilihan terakhir yang sangat tidak disarankan tapi aku pengen. Bahkan amat sangat pengen dilakukan, mengingat beratnya penderitaan pilihan kedua. Ada banyak alasan yang membuat pilihan terakhir ini sulit dijalankan yaitu kenyataannya aku sudah tidak bisa melarikan diri kemana - mana, aku lelah berpikir kemana aku nanti, aku sudah terlanjur jauh dari rumah jika aku melarikan diri sama aja, aku harus pulang kemana.
3 Pilihan diatas hanya satu yang aku lakukan sampai sekarang, yaitu pilihan kedua. Meskipun dada sering dibuat sesak oleh pilihanku untuk memilih ini, tetapi aku merasa tertantang untuk tidak menyerah. Seperti cerita Kungfu Panda I, dimana dalam cerita tersebut Po si Panda sempat dibenci teman seperguruannya, bahkan sang guru pun membencinya. Namun berkat sifat pantang menyerah si Po, dia akhirnya bisa menjadi seorang Dragon WArrior yang diinginkan hadir untuk menumpas kejahatan. Bahkan melebihi bayangan siapa pun si Po yang gendut bisa menjadi seorang pelindung desa mereka.
Menurutku, aku juga ingin menjadi seperti itu, meskipun secara gender aku dipisahkan karena memang aku tidak kompeten untuk melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh para cowok - cowok itu. Namun, aku tau pasti bahwa semua yang sedang terjadi ini, walaupun menyakitkan tetapi suatu saat pasti akan terganti, benar - benar akan terganti. Aku percaya, aku mampu, karena Alloh tidak akan memberikan ujian melebihi
kemampuan hambaNya, so why not i try this choice till the end. If there another
friend get the best, so u must say happy for them too. Heavy but for this time it's the best way u must take.
Humphhhhh.........take a deep breath and let it go.
"Semua boleh hancur dan tak bersisa, tetapi HARAPAN kepada ALLOH tidak boleh hancur dan hilang"
No comments:
Post a Comment