Disaat aku mulai menemukan jalan untuk bisa berhubungan lagi dengan mas Azis, saat itu lah satu persatu tanda diberikan kepadaku. Tanda dari tmn kantor ku sendiri. Selama ini aku selalu berpikir, ah itu hanya perasaan ku saja, selalu berpikir begitu karena aku tidak ingin jatuh untuk kedua kalinya.
Akhirnya insting itu selalu kuabaikan meskipun tidak sepenuhnya karena namanya insting dia pasti bisa memberikan sebuah peringatan untuk memberikan kita kewaspadaan. Meskipun aku mengabaikan insting itu tapi aku tetap waspada agar aku tidak terjebak di situasi yang dia inginkan. Hehehe,,,kadang - kadang bersyukur sih pernah berbuat salah berkali - kali, jadinya bisa lebih berhati - hati dalam bertindak. Lebih berhati - hati dalam melangkah dalam hal seperti itu.
Namun, ketenangan hati sempat terusik gara - gara urusan ini. Ketenangan hati yang aku dapatkan setelah aku melepas semua perasaan yang berkaitan dengan cinta. Yah, rasanya sungguh damai, hati dan pikiran bisa saling bertukar pendapat tentang apa yang harus dilakukan.
Yaaa.....tenangnya hati saat itu. Namun, beberapa hari yang lalu dia benar2 memberikan semacam warning padaku, tanda yang dia berikan memang nyata, tapi aku tidak begitu mengerti atau aku memang mengabaikannya. Tapi sungguh mengabaikan semua hal itu benar - benar membuat aku tenang bahkan bisa menanggapi semua itu dengan santai.
Namun, kenapa dia sungguh tidak biasa kemarin. Kenapa kau berbuat seperti itu. Kau buat aku gelisah, berpikir tentang mu, tetapi tak apalah toh itu feeling yang kurasakan, belum tentu kan kenyataannya. So, aku anggap santai saja, seperti tidak terjadi apa - apa antara kau dan aku. Kita hanya berteman seperti kawan yang lain. Kalo kau menganggap aku kawanmu. Hehehe.....
Tapi kupikir - pikir sepertinya dia bukan tipe ku banget. Dia dan aku beda dunia. Dia terbiasa bergaul yang bukan tipe pergaulanku, benar - benar jauh banget. Kadang nyesel sih kenapa aku minta suami yang bisa ngajak aku gaul dan keluar malam. Nah, kenapa anak itu yang ada didepanku ini, benar - benar dia seperti itulah. Hal yang aku tidak begitu suka adalah kebiasaannya gonta ganti pacar. Aku tidak menyukai hal itu, beghh malesi bgt lah kalo ada org kyk gitu. Tapi itulah yang ada didepan ku sekarang, anak itu lah yang sebenarnya benar - benar sesuai dengan yang aku minta dari Alloh.
Dia sebenarnya bisa jadi orang baik, tapi pergaulan bebasnya yang benar2 parah. Sayang aku kurang minta orang yang paham agama. Sebelum terlambat, bolehkah aku meminta orang yg paham agama agar kita sama2 mengerti aturan agama.
Tapi kenapa anak itu yang menghiasi mimpi2ku. Kenapa bukan mas Azis? Kenapa?
Aaaahhh, sudahlah, sepertinya lebih baik aku menenangkan hati hingga datang seseorang yang benar2 bisa membuat hati ku berkata YA untuknya. I hope he is the one for me, he can be IMAM for my all family.
No comments:
Post a Comment